Tampilkan postingan dengan label SENANDUNG GALAU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SENANDUNG GALAU. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Maret 2013

HMMMMMM



KANGEN KAMU
1 minggu itu cuma 7 hari. 7 hari itu cuma 168 jam. 168 jam cuma 10080 menit dan 10080 menit itu cuma 604800 detik. Tapi kok lama ya kaya bertahun-tahun?
Aku kangen kamu..

AKU + KAMU
1 + 1 berapa?
2 + 2 berapa?
kalo AKU + KAMU jadinya apa?
:D

KEMAREN, HARI INI, BESOK
Kesusahan hari ini biarlah untuk hari ini dan berakhir hari ini. Kesusahan hari ini bukan untuk hari esok karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Hari ini adalah masa lalu dan hari esok adalah masa depan. Jangan melakukan pekerjaan sia-sia dengan berpikir "apa yang akan terjadi besok?" karena tak seorang pun yang dapat menghitung dan mengira apa yang akan terjadi.

UJAR EINSTEIN
Kamu tidak akan pernah benar-benar memahami seseorang sebelum kamu merasuk ke dalam jiwanya, menyelusup ke dalam kulitnya, dan mengalir bersama aliran darahnya.

50 KE 100
Walaupun kamu bilang cuma 50 tapi aku bakal bikin 100. Karena bagiku cuma ada kamu di hatiku.

Senin, 04 Maret 2013

galau



Masih dengan kegalauan dan kemuramanku di kamar sambil menikmati lagu “When You Tell Me That You Love Me” aku menikmati malam ini dengan senyum yang masih terukir mengkerut. Aku masih merasa hidup ini baru ku jalani hari ini, seakan-akan baru kemaren aku dilahirkan. Ketika mencapai klimaks lagu aku tersadar bahwa aku pernah berjanji kepada seseorang yang bisa dibilang sudah merenggut hatiku. Yah, menyakitkan dan lucu untuk di sesali karena semua telah berakhir dan sudah saatnya harus di akhiri dan saling menjauh. Ya, mungkin itu jalan terbaik. Tapi, yah, janji tinggal janji. Rasa tinggal rasa. Sayang tinggal sayang. Tak ada artinya lagi untuk kembali. Karena kini semakin tergambar jelas bahwa saatnya telah tiba untuk saling melupakan dan berjalan sendiri.
 Andai. Andai apa? Tak ada andai apapun yang ku harapkan. Aku sadar, untuk apa menanti orang yang memang tak pernah mencintaimu dan mau menerimamu apa adanya, tak pernah bersatu dalam 1 jalan dan 1 pikiran. Berbeda itu indah, tapi apa jadinya jika perbedaan itu juga yang menjemukan dan meretakkan sebuah jalinan yang telah terikat bertahun-tahun. Tak ada kata untuk bersatu, tak ada kata untuk saling mengalah. Sama-sama memiliki ambisi dan jalan pikiran masing-masing. 1 ingin di mengerti, 1 ingin di perhatikan. 1 menuntut ini, 1 meminta ini. Tak pernah bersatu dan tak akan menyatu. Mengatakan setia pada akhirnya mendua. Kadang, memang harus di sadari semua kandas tanpa disadari. Sudahlah, hanya itu yang aku katakana kepada diriku. Jika memang ini akhirnya apa boleh buat. Tak mungkin harus memaksa orang yang hatinya tak pernah untukmu untuk saling bersama. KENYATAAN KADANG TAK SESUAI HARAPAN. Untuk apa berharap terlalu banyak pada hal yang sebenarnya sia-sia. Sudahlah, selamat tinggal. Pergilah bersamanya dan jika saatnya telah tiba jangan sesali lagi keputusanmu padamu. Cukup aku menunggu. Cukup aku menanti.

Senin, 07 Januari 2013

SENANDUNG GALAU (PART 3)



Teruslah menyakitiku, teruslah tak mngacuhkanku, teruslah mengabaikanku, teruslah menghinaku, teruskanlah, teruskanlah kamu begitu.
Suatu saat mungkin kamu akan mengerti kenapa aku tetap bersabar dan memaafkanmu..

SENANDUNG GALAU (PART 2)



Aku mengalah dan aku kalah.
Aku mencoba dan aku jatuh.
Aku merangkak dan aku tenggelam.
Aku berlari dan aku terluka.
Aku berjalan dan aku terhenti.
Aku tertatih dan aku mati.

SENANDUNG GALAU (PART 1)



Aku mencoba dan aku tak mampu.
Aku berharap dan aku terluka.
Aku menunggu dan aku terdiam.
Aku menangis dan kamu tertawa.
Aku sendiri dan kamu menghilang.
Aku rindu dan kamu sibuk.
Aku tersenyum dan kamu membisu.
Aku meminta dan kamu menolak.
Aku terluka dan kamu puas.