Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 April 2014

STOP KEJAHATAN TERHADAP ANAK

Hari ini saat saya menonton berita di beberapa channel TV, berita yang sedang disorot adalah
1. Pelecehan dan pencabulan terhadap anak-anak
2. Kekerasan terhadap anak-anak
3. Penculikan terhadap anak-anak
4. Pembunuhan terhadap anak-anak
5. Perdagangan manusia (anak-anak dan perempuan)

Sangat disayangkan anak-anak yang masih polos, lugu dan tak dapat melindungi dirinya sendiri dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab (baca: keji) untuk memenuhi hasrat, nafsu bahkan keinginan-keinginannya. Tentu saja hal ini sangat merugikan mereka (baca: korban). Mengapa? Karena kebebasan dan masa depan mereka dirusak dan terenggut secara tidak langsung. Lupakah kalian bahwa mereka adalah generasi penerus bangsa, bibit unggul nusa dan bangsa?

Mengapa mereka (baca: tersangka) mampu melakukan tindakan biadab dan tidak berprikemanusian seperti itu? Karena mereka bukanlah manusia, memang wujudnya manusia, tapi akal, pikiran bahkan hatinya lebih buruk dari binatang. Bahkan binatang yang katanya tak sepintar, sepandai, dan semulia manusia sekalipun tak akan melakukan perbuatan keji seperti yang dilakukan manusia.

Menurut saya, kejahatan seksual terhadap anak adalah kejahatan terkeji di dunia. Anak-anak bukanlah tempat pelampiasan nafsu orang dewasa. Biarpun itu anak Anda sekalipun namun ia bukanlah milik Anda. Anda hanya dititipkan bukan diberi.

Jadi, sudah sepantasnya pelaku kejahatan terhadap anak mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Janganlah menutup-nutupi bahkan meringankan hukuman mereka. Hukum tetaplah hukum, dan sepantasnya hukum ditegakkan bukan dibengkokkan karena iming-iming hadiah (baca: uang, tahta, wanita)

Senin, 10 Februari 2014

PUISI NATAL



Tak ada waktu pada-Nya karena Ia tak berwaktu
Namun Ia yang tak berwaktu telah membatasi diri-Nya oleh waktu
Dalam kesunyian malam itu waktu-Nya mulai dihitung
Ketika tangisan-Nya yang pertama menggema
Dalam lenguhan hewan tak berwaktu
Ia mendetakkan waktu-Nya yang pertama di bumi

“Damai di atas bumi, di antara orang yang berkenan kepada-Nya”
Berkumandang di angkasa
Diantara nyanyian beribu malaikat sorga
Damai Allah dan kesukaan surgawi turun ke dunia

Meski aroma kotoran hewan memenuhi rongga dada-Mu
Namun Engkau tetap tenang dalam hangatnya palungan
Dalam rupa seorang bayi mungil
Dengan rautan wajah penuh kehangatan

Mengapa Engkau yang mulia, merelakan diri-Mu terhina?
Engkau merelakan diri-Mu turun ke dunia yang fana ini
Memberikan waktu yang baru untuk kami

Kristus, lindungilah dan berkati, ampunilah dosa kami
Ajar kami berendah hati dan seturut jalan-Mu
Dan biarlah tangan-Mu yang suci
Menuntun kami selalu
Amin


Minggu, 09 Februari 2014

MENCARI ARTI

Sebentar lagi akan Ujian Nasional, sisa waktu saya kurang lebih 1 bulan untuk belajar dan menyerap semua ilmu secepat dan seakurat mungkin dan seharusnya itulah yang harus saya lakukan. Tapi entah kenapa, pikiran dan hati saya begitu MALAS dan memanja-manja kepada saya supaya bersantai dan melupakan semuanya. Entah faktor apakah ini? Entahlah. Serasa depresi dan memuakkan.


http://www.shnews.co/tinymcpuk/gambar/Image/healthy/desember/angry1.jpg

Belum lagi masalah yang datang bertubi-tubi dalam hidup saya. kepada penantian cinta yang tak berujung, kepada kekecewaan yang sangat sangat mendalam kepada mereka yang melakukan "permainan nilai", kepada pertentangan panjang antara saya dan ...... , kepada musuh dalam selimut, dan keterbatan saya sebagai manusia yang ingin hidup mandiri, sejahtera dan berguna bagi orang lain.

Kata orang uang bukanlah segalanya tapi semua memerlukan uang. Bahkan untuk kencing dan boker pun bayar. Bisa-bisa untuk bernapas dan ketawapun bayar. Ya, semua memerlukan uang, dan semua menghamba kepada uang. Dan mungkin tanpa saya sadari saya juga telah terjerat. Entahlah. Perasaan saya kacau balau dan tak tahu entah kemana.

Dengan uang semua hal bisa dibeli. Tanah, rumah, mobil, motor, jabatan bahkan nilai seperti yang sudah saya bahas sebelumnya. Tak bisa dipungkiri dan tak usah ditutup-tutupi lagi semua itu selalu terjadi. Tak usah munafik menganggap itu tabu. Sudah menjadi rahasia umum kalau uang bisa membeli segalanya.

Orang miskin seperti saya bisa apa menghadapi hal-hal yang memilukan seperti itu? Tidak ada, hanya diam dan bisa berteriak dalam hati meminta keadilan. Ya, wajar mereka orang kaya, anak-anak penjabat, anak-anak konglomerat, punya uang banyak dan selalu menghalalkan segala cara untuk mendapat apa yang mereka mau. Sedangkan saya seorang anak miskin dari keluarga yang tak memiliki apa-apa dan sangat-sangat sederhana hanya pasrah kepada nasib tanpa bisa melawan banyak. Ya, mereka yang miskin selalu diinjak-injak mereka yang kaya. Benar begitu? Jangan MUNAFIK.


http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/08/06-beasiswa-jpg.gif


Memiliki cita-cita? ya, saya juga punya cita-cita seperti Anda. Tapi apalah arti sebuah cita-cita jikalau hanya diucapkan di mulut tanpa ada realisasinya. Kenapa tidak ada? Bukannya tidak mau tapi Anda sudah tahu bukan? Masalah biaya. Semua memerlukan biaya. Untuk sekolahpun sulit. Biaya semakin naik dan naik tanpa memikirkan nasib kalangan rendah seperti kami. Sedangkan anak-anak orang kaya tersebut bebas berlenggak-lenggok menikmati semua kemewahan yang mereka inginkan tanpa pernah menghargai itu semua. Bagi kami anak-anak kalangan rendah dan miskin, sekolah adalah hal yang sangat mewah.

Dimana keadilan di negeri ini? Tidak ada. Semuanya topeng. Omong kosong dengan segala macam Undang-Undang, dan semua bentuk pemerintahan yang katanya melindungi dan memperjuangkan hak-hak warganya. Bohong. Munafik. Dalam zaman sekarang ini orang kaya akan semakin kaya dan orang miskin akan semakin miskin. Keadilan hanya untuk orang-orang kaya. Orang miskin hanya di bawah dan akan selalu di bawah.

http://www.shnews.co/foto_berita/60ketidakadilam.jpg

Lalu apa lagi yang kita cari dari hidup ini? Menjadi berarti bagi orang lain? Yang benar saja? Memperjuangkan keadilan? Benarkah? paling omong kosong belaka. Kalaupun benar memperjuangkan keadilan pasti dengan embel-embel sesuatu. Sudahlah. Hentikan semua omong kosong dan kemunafikan ini. Kami orang-orang miskin lelah dengan semua kebohongan dan topeng kalian. Apa juga artinya punya pemimpin kalau hanya ingin memperkaya diri sendiri. Kenapa tidak mati saja?


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoDlRtod4gmIiWjm53oyRtsH4R2V_2GNspXIugMp6o7gz0N4lB1x2gfAXCd9hXkJZCOLOqGCfag_zM38Q0DmyOieWqGuDarrM57jDflIHKmcW5Fx-2x3zKuygq0hv-rcWzmVc76OOgCkYO/s1600/ut2a-4down_1.jpg

Rabu, 05 Februari 2014

PEMBATAS ALKITAB


Natal tahun 2013 kemaren menjadi natal yang berbeda dengan natal-natal saya sebelumnya. Mengapa saya berkata demikian? Well, karena pada natal tahun 2013 kemaren saya menjadi Koordinator Seksi Acara. Woww, kenaikan pangkat yang begitu drastis setelah sebelumnya hanya menjadi anggota Seksi Konsumsi. 

Awalnya saya sangat khawatir bagaimana saya dapat membuat acara dan pernak-pernik yang akan saya suguhkan dalam perayaan natal SPP/R GKE Hosianna. Perasaan galau menghantui saya selama 3 bulan setelah terpilih, saya tidak punya pengalaman apa-apa, saya hanya junior dan sangat-sangat muda untuk memimpin para anggota SPP/R GKE Hosianna yang senior dan sudah kuliah. Saya apa? Saya hanya anak ingusan, anak SMA, anak sore kemaren. Saya berharap waktu dapat terulang dan hal itu tak terjadi.
Seiring berjalannya waktu saya mulai sadar bahwa saya begitu dan mungkin sangat-sangat PENGECUT. Beribu hujatan dari otak dan kepala saya berkelakar melawan saya, “Kok gitu aja mau menghindar? Udah SMA masih cemen!! Dasar CEMEN!!! PENGECUTT!!”

Dan mungkin kepengecutan saya itu juga yang membuat semangat saya bangkit untuk membuktikan bahwa saya bukan seorang PENGECUT. Setelah 1 bulan saya melamun gaje dan galau dengan apa yang harus saya lakukan akhirnya saya putuskan untuk mencoba walaupun dengan langkah getir dan terseok-seok. Saya berdoa dan berharap apa yang saya lakukan dapat memberikan yang terbaik untuk Tuhan, Gereja dan sesama. 

Berkat kepengecutan saya akhirnya saya dapat menjalankan tugas saya walaupun tidak sesempurna yang saya bayangkan. Dan berikut saya posting PEMBATAS ALKITAB yang sudah saya buat dengan aplikasi CORELDRAW, PHOTOSCAPE, dan POWERPOINT.

PEMBATAS ALKITAB

PEMBATAS ALKITAB

PEMBATAS ALKITAB

Dan berikut saya sertakan Tata ibadah Natal kami yang saya buat

Dan percayalah MUJIZAT itu nyata, cobaan yang diberikan pasti ada jalan keluarnya. Yakinilah setiap perbuatan yang kamu lakukan dengan doa dan memohon penyertaan Tuhan kita Yesus Kristus.

(KOLOSE 3:12)


"Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu, dan dalam kesucianmu."
1 TIMOTIUS 4:12

 

Sabtu, 11 Januari 2014

Don't look the book from cover


Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun. Waktu berjalan begitu cepat dan tak terasa sudah hampir 3 tahun saya lewati di sekolah ini, di SMA Negeri 2 Palangkaraya, sebuah sekolah di kota tengah hutan, seperti kata guru saya Pak Rudy Hilkya. Banyak kenangan yang telah saya lalui termasuk kenangan saat diajar oleh Pak Rudy Hilkya.
Pak Rudy Hilkya adalah salah satu guru Fisika di SMA Negeri 2 Palangkaraya. Beliau mengajar saya atau lebih tepatnya kelas saya dari kelas XI–sekarang (XII). Tak hanya mengajar, beliau juga mendidik. Banyak pelajaran dan motivasi yang saya dapat dari beliau. Disela-sela waktu mengajarnya, beliau tak lupa dan tak henti-hentinya memberi kami wejangan, motivasi, pola pikir baru, dan pelajaran akan makna hidup yang sebenarnya.
Hidup adalah sebuah anugerah yang harus disyukuri. Hidup yang diberikan oleh Tuhan kepada kita di dunia ini memiliki maksud dan tujuan tertentu. Untuk mengerti maksud dan tujuan tersebut kita harus belajar. Dan itulah yang diajarkan oleh beliau,
Aku belajar untuk memenuhi keinginan Tuhanku yang hendak menjadikan Aku manusia sebagaimana rencana-Nya, menjadi manusia yang sempurna, paripurna, manusia seutuhnya, adil dan beradab, selamat di dunia fana dan akhirat.
(cuplikan DOA SEBELUM BELAJAR)

Saya akui pada awalnya saya takut kepada beliau. Mengapa? Karena saat saya kelas X banyak desas-desus tentang beliau yang saya dengar dari kakak kelas saya. Banyak yang bilang beliau orangnya killer dan selalu memberi tugas yang bejibun banyaknya. Sehingga saat saya kelas X saya sudah takut duluan padahal kenal dan berjumpa pun belum.
Saat masuk ke kelas XI saya sempat kaget sekaligus penasaran karena yang mengajar saya pelajaran Fisika adalah beliau. Saya ingin membuktikan sendiri berita yang saya dengar tentang beliau. Apalagi saat itu ada teman sekelas saya yang dimarahi sampai diam dan seolah-olah ingin menangis padahal dia seorang laki-laki. Memang beliau banyak memberi kami tugas berupa permainan dan teka-teki namun seiring berjalannya waktu saya sadar, yang dilakukan oleh beliau adalah mendidik kami untuk menjadi orang yang tahan banting dan optimisme.
Namun dibalik itu semua, beliau orang yang humoris dan serupa dewa. Mengapa saya berkata demikian? Pernah ada suatu kejadian, teman sekelas saya berselisih paham mengenai pemberian nilai ngamen Seni Budaya kepada adik kelas saya. Teman saya tak setuju nilai yang sudah ia berikan diganti tanpa sepengetahuannya, namun teman saya yang lainnya menganggap itu hal yang sah-sah saja. Rupanya hal itu diketahui oleh beliau padahal teman saya tidak ada mengatakan kejadian itu kepada siapa-siapa hanya orang-orang tertentu saja yang tahu. Beliau pun menasehati kelas kami dan berkata bahwa tidak baik jika teman sekelas berselisih paham dan kita harus saling menghormati dan menghargai pendapat orang lain. Setelah pelajaran beliau, kami pun saling meminta maaf satu sama lain. Lewat beliau lah kami dapat rukun kembali.
Menurut saya, beliau patut dijadikan teladan. Teladan dalam mengajar, teladan dalam mendidik. Tak salah jika beliau dinobatkan menjadi guru SMA favorit se-Kalimantan Tengah tahun 2004.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih dan janganlah menilai orang dari luarnya saja tapi cermati dan kenalilah seseorang itu baik-baik sebelum memberikan penilaian. Jangan mengulang kesalahan seperti yang pernah saya lakukan terhadap beliau.

Berikut alamat website beliau:
Blog
Twitter