-- oleh ROSS SHIELD RENTI BELLINDA -- Seorang perempuan BIASA yang terbiasa BISA --
Rabu, 16 Oktober 2013
Minggu, 21 Juli 2013
Pengalaman liburan
Perkenalkan,
nama saya Ross Shield Renti Bellinda. Saya bersekolah di SMA Negeri 2 Palangkaraya.
Kali ini saya akan menceritakan pengalaman liburan saya.
Liburan
sekolah dimulai pada tanggal 22 Juni - 20 Juli. Pada awalnya saya menyangka
saya akan menghabiskan masa liburan saya dengan tidur-tiduran di rumah dan ngelandau sampai pagi. Sungguh membosankan
bukan?
5-7 JULI
Namun
pada Jumat tanggal 4 Juli keberuntungan menghampiri saya. Saya di ajak mamah
saya untuk menjenguk nenek saya yang ada di kampung, tepatnya di Sepang Simin. Kami
berangkat pada hari Jumat pagi sekitar pukul 05.00 WIB, namun sebelumnya kami
pergi ke pasar untuk membeli ayam dan sayur untuk dibawa ke kampung. Karena berangkat
pagi hari udaranya sangat dingin, sehingga saya harus menggosok-gosokkan tangan
saya untuk tetap hangat.
Jalan
menuju ke kampung awalnya memang mulus tapi mendekati pelosok-pelosok jalannya
menanjak dan menurun sehingga jika tak hati-hati barang bawaan bisa terjatuh
seperti ayam yang baru mamahku beli. Untuk sampai ke kampung pun butuh
perjuanga ekstra karena harus melewati jalan yang masih rusak di daerah sepang
kota dan menyebrang menggunakan jasa kapal Feri. Kami tiba di sepang Simin
tepat pada pukul 09.00 WIB.
Saat
di kampung saya tidak menikmati liburan sama sekali karena saat disana hujan
selalu melanda. Udara di kampung memang masih sejuk dan asri. Sehingga dapat di
pastikan setiap malam saya selalu menggigil kedinginan.
Saya
liburan di Sepang Simin hanya 3 hari dan tepat pada pukul 13.00 WIB kami
kembali ke Palangkaraya.
12-16 JULI
Tanggal
12 Juli 2013 lalu saya pergi berlibur ke Pulang Pisau. Di Pulang Pisau kami
menginap di rumah nenekku. Kebetulan rumah nenek saya dekat dengan sungai dan
rumah Dendi (teman sekelas saya). Namun sayangnya di Pulang Pisau saya tidak
bertemu dengan Dendi karena dia sudah pulang duluan ke Palangkaraya. Namun saya
di Pulang Pisau hanya 3 hari.
Pada
tanggal 14 Juli 2013 saya diajak oleh nenek saya ke tempat sepupu saya di
Kapuas. Itu pun hanya 3 hari karena om saya yang mengantar tak bisa lama-lama
di Kapuas. Saya pulang ke Palangkaraya pada tanggal 16 Juli. Dan sisanya saya
habiskan di Palangkaraya.
Selasa, 09 April 2013
PUNK ROCK JALANAN
Dulu ku merasa telah mengenal dia
Kini ku kecewa sempat menyayanginya
Ku yakin tak akan terulang kedua kalinya
Dulu ku sempat berjanji terucap ikrar suci
Di kala kita jumpa pertama
“kau akan ku jaga sampai mati”
Reff:
Ku tunggu kau ku tunggu
Ku nanti kau ku nanti
Walau sampai akhir hidup ini
Ku tunggu kau ku tunggu
Ku nanti kau ku nanti
Walau sampai akhir hayat nanti
Ku kira kau setia padaku
Ternyata kau menduakan ku
Hancur hati ku tak menduga
Senin, 01 April 2013
Rabu, 27 Maret 2013
JIKA DITANYA
Jika ditanya
"Apakah kamu kecewa padaku?"
Maka jawabanku, "Apapun yang kamu pikirkan itulah jawabanku."
Jika ditanya "Apakah kamu percaya padaku?"
Maka jawabanku "Haruskah aku meragukanmu?"
Jika ditanya "Apakah kamu mencintaiku?"
Maka jawabanku "Kenapa aku ingin selalu disisimu jika aku tak mencintaimu?"
Jika ditanya "Kenapa kamu menyayangiku?"
Maka jawabanku "Kenapa aku menjagamu dan memperhatikanmu?"
Jika ditanya "Apakah kamu terluka jika aku menyakitimu?"
Jawabanku "Bukankah kamu tahu apa jawabannya?"
Maka jawabanku, "Apapun yang kamu pikirkan itulah jawabanku."
Jika ditanya "Apakah kamu percaya padaku?"
Maka jawabanku "Haruskah aku meragukanmu?"
Jika ditanya "Apakah kamu mencintaiku?"
Maka jawabanku "Kenapa aku ingin selalu disisimu jika aku tak mencintaimu?"
Jika ditanya "Kenapa kamu menyayangiku?"
Maka jawabanku "Kenapa aku menjagamu dan memperhatikanmu?"
Jika ditanya "Apakah kamu terluka jika aku menyakitimu?"
Jawabanku "Bukankah kamu tahu apa jawabannya?"
Jika ditanya “Kenapa
kamu selalu menungguku?”
Maka jawabanku
“Karena aku tak bisa pergi dan menjauh darimu.”
Jika ditanya "Kenapa kamu memilihku?"
Maka jawabanku "Karena cuma kamu yang aku mau."
Jika ditanya "Kenapa aku yang terakhir bukan yang pertama?"
Maka jawabanku "Karena aku mau kamu disisiku sampai maut memisahkan."
Jika ditanya " Apa artinya aku bagimu? Aku hanya setitik noda di kertas yang tak berarti."
Maka jawabanku "Kamu memang setitik noda di kertas, tapi kamu membuat kertas itu bermakna dan hidup."
Jika ditanya "Apakah aku pantas untukmu?"
Maka jawabanku "Adakah hal yang membuatmu tak pantas untukku?"
Jika ditanya "Tak bisakah kamu meninggalkanku sendiri?"
Maka jawabanku "Tak ada alasan untukku meninggalkanmu."
Jika ditanya "Apakah kamu ada waktu untukku?"
Maka jawabanku "Seribu tahun itulah waktuku untukmu."
Jika ditanya "Kenapa kamu memilihku?"
Maka jawabanku "Karena cuma kamu yang aku mau."
Jika ditanya "Kenapa aku yang terakhir bukan yang pertama?"
Maka jawabanku "Karena aku mau kamu disisiku sampai maut memisahkan."
Jika ditanya " Apa artinya aku bagimu? Aku hanya setitik noda di kertas yang tak berarti."
Maka jawabanku "Kamu memang setitik noda di kertas, tapi kamu membuat kertas itu bermakna dan hidup."
Jika ditanya "Apakah aku pantas untukmu?"
Maka jawabanku "Adakah hal yang membuatmu tak pantas untukku?"
Jika ditanya "Tak bisakah kamu meninggalkanku sendiri?"
Maka jawabanku "Tak ada alasan untukku meninggalkanmu."
Jika ditanya "Apakah kamu ada waktu untukku?"
Maka jawabanku "Seribu tahun itulah waktuku untukmu."
Langganan:
Postingan (Atom)













