Sabtu, 23 Februari 2013

M E N G E R T I L A H…





Jika kamu sibuk, aku akan mengerti
Jika kamu bersedih, aku akan menghiburmu
Jika kamu sendiri, aku akan menemanimu
Jika kamu menangis, aku akan mengusap air matamu
Jika kamu terjatuh, aku akan mengangkatmu
Jika kamu merindukanku, aku akan berada disisimu
Jika kamu mengabaikanku, aku akan tetap tersenyum
Jika kamu menyuruhku pergi, aku akan tetap menjagamu
Jika kamu meninggalkanku, aku akan bertahan
Jika kamu menduakanku, aku akan tetap memaafkanmu
Jika kamu mencaciku, aku akan tetap bersabar

Tapi,
jika suatu saat aku berhenti mencintaimu
itu saatnya kamu harus mengerti aku.

K A T A M U





Kamu berkata bahwa aku egois.
Kamu berkata bahwa aku tak pernah mengerti kamu.
Kamu berkata bahwa hatiku tak pernah untukmu.
Kamu berkata aku tak pernah ada untukmu.
Kamu berkata aku tak pernah mencintaimu.
Kamu berkata aku tak pernah peduli padamu.
Kamu berkata aku selalu mengekangmu.
Kamu berkata hubungan ini harus berakhir.

Tapi pernahkah kau sadari cintaku untukmu?
Pernahkah kau mengerti ketulusan hatiku padamu?
Pernahkah kau sadari pengorbanan yang ku berikan?
Pernahkah kau sadari hatiku untukmu?
Pernahkah kau sadari perasaanku?
Pernahkah kau melihatku menangis karenamu?
Pernahkah kau sadari luka yang kau beri?
Pernahkah kau sadari akulah yang menderita?

Tidak, kamu tak pernah tau.
Kamu tak pernah mengerti.
Kamu telah meninggalkanku.
Kamu pergi bersamanya.
Kamu mengabaikanku.
Kamu melupakanku.
Kamu mengakhiri ini semua.
Ya. Itulah kamu. Hanya menilaiku tanpa mengerti aku.
Hanya menyalahkanku tanpa mempedulikanku
Itulah kamu.
Itulah kita.
Tak pernah menyatu. Tak pernah sejalan. Tak pernah bertemu.
Hanya sesaat dan kembali tanpa arah.

D U L U





Dulu, saat bersama semua terasa indah.
Ada cinta, ada tawa, ada rasa yang tak ingin berakhir.
Aku memelukmu. Kamu memelukku.
Kamu tersenyum. Aku tersenyum.
Kamu tertawa. Aku tertawa.
Aku menangis. Kamu bersedih.

Dulu, 1 janji, 1 cinta, 1 rasa, 1 mimpi terbentang dalam angan.
Mengucap janji untuk sehidup semati.
Mengucap janji untuk selalu bersama.
Mengucap janji untuk selalu menjaga.
Mengucap janji untuk saling setia.

Dulu.
Ya. Itu semua dulu.
Tapi sekarang? Semua sudah berakhir.
Semua menjadi kenangan.
Semua menjadi masa lalu.

Sudahlah. Mungkin aku memang harus merelakanmu.
Aku harus menjauh darimu.
Pergilah bersamanya.
Aku memang bukan yang terbaik untukmu.
Aku memang bukan cahaya dalam hidupmu.
Aku memang tak pantas untukmu

Tersenyumlah..
Aku ingin kamu bahagia walau kita tak bersama.
Aku ingin kamu tetap tersenyum walau senyum itu bukan untukku.
Tertawalah..

Jika memang kita tak tercipta untuk bersama aku akan tetap mencintaimu dalam diam.
Hati ini, rasa ini, raga ini, jiwa ini, cinta ini selalu untukmu.