Rabu, 09 Januari 2013

JEJARING SOSIAL



Di era yang serba maju seperti saat ini, kebanyakan orang cenderung menghabiskan waktunya di depan layar komputer. Bukan cuma orangtua tapi anak-anak usia TK sampe SD pun sudah mahir pake komputer. Kalo remaja? Wah jangan ditanya, pasti udah pada bisa semua. Zaman sekarang kalo gak bisa pake komputer atau laptop di bilang kuno dan ketinggalan zaman ato istilah kerennya jadul. Bener atau bener? Hehe. Ya, maklum aja dunia kini makin modern, jadi kita dituntut bisa make alat-alat elektronik kaya HP dan komputer.

Menyadari kemajuan teknologi sekarang orang-orang pun banyak yang beriklan di internet dan membuat jejaring sosial di internet. Jejaring sosial di internet itu ada banyak. Gak usah aku sebutin kalian juga udah banyak yang tahu. Udah punya semua kan? Punya berapa akun? 1? 2? Wah mendadak kepo ya aku. Hehe.

Apa pendapat kalian mengenai Facebook dan Twitter? Apakah dengan mempunyainya kalian mendapat dampak positif? Mungkin dari kalian ada yang bingung harus jawab apa. Tapi menurut aku, Facebook dan Twitter itu mempunyai dampak negative karena membuat pemakainya menjadi kecanduan internet, yahh, contohnya kaya aku. Hehe. Namun dampak positifnya dari Facebook dan Twitter kita bisa share sama teman-teman, punya kenalan, dan mengetahui kegiatan harian mereka, yahh, walau kadang-kadang harus jadi ‘detektif jadi-jadian’.

Ngomongin soal Facebook, apa sih yang biasa kalian share? Kebanyakan orang yang mempunyai Facebook sering mencurahkan isi hati mereka di sana, anggapannya, Facebook itu jadi ‘tempat sampah’. Tapi pernah gak mikir gimana reaksi orang yang membaca status kalian ketika kalian posting status gitu? Gak kebayang ‘kan? Facebook itu emang jejaring sosial, tapi mesti kita ingat Facebook itu bukan “Diari” jadi kita mesti hati-hati saat membuat status. Kasihan ‘kan mereka yang gak tahu apa-apa tiba-tiba gak ada angin gak ada hujan dapat semprotan kekesalan kamu.

Lalu mengenai Twitter, hmm, sebenernya aku gak terlalu paham dengan istilah-istilah dalam dunia Twitter. Maklum aku baru pemula, lebih sering make Facebook daripada Twitter. Tapi menurut aku Twitter itu ngajarin kita biar bisa hati-hati dalam memilih kata-kata. Gak percaya? Coba aja liat, kalo make Twitter kita cuma diberi 120 karakter doang buat bikin status. Sedikit amat. Ya, emang kaya gitu. Karena mendapat hal seperti itu kebanyakan pengguna Twitter yang senang berkicau pun lebih jeli dan hati-hati dalam men-tweet.

Jadi mulai saat ini kita harus bisa menjaga kata-kata dan setiap ucapan. Kata-kata itu doa. Kata-kata yang kita keluarkan buat orang lain itu gambarin kepribadian kita dan harus kita pertanggungjawabkan. Sekian dulu ya share nya hari ini. Semoga bisa bermanfaat dan makasih buat kalian yang udah mau luangin waktu ngunjungin blog aku yang sangat sangat sangat sederhana ini. Makasih buat support kalian semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMA KASIH ATAS KOMENTARNYA :)