Senin, 28 Januari 2013

KORUPSI



makalah pendidikan agama kristen

P A N D A N G A N   A G A M A   K R I S T E N
T E R H A D A P   K O R U P S I



oleh:

ross shield renti bellinda
wulandari
xi ipa 5
sma negeri 2 palangkaraya



 

Kata pengantar

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat limpahan karunianya kamu dapat menyelesaikan penulisan makalah Pendidikan Agama Kristen ini yang berjudul “Pandangan Agama Kristen Terhadap Korupsi”. Tak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Tiada gading yang tak retak, begitu pula dengan makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, segala kritik serta saran yang membangun dari para pembaca akan kami terima dengan senang hati sehingga bisa menjadi sebuah pelajaran agar kelak lebih baik lagi. Semoga makalah Pandangan Agama Kristen Terhadap Korupsi ini memberikan manfaat bagi masyarakat pada umumnya dan pembaca pada khususnya serta dapat membantu meningkatkan harkat dan martabat bangsa kita dalam membangun bangsa Indonesia tercinta ini.

                                                                        Palangkaraya, 24 Januari 2013


                                                                                                Penulis



daftar isi

Kata Pengantar……………………………. ..…………………………………………………….1
Daftar Isi……………………………………...…………………………………………………...2
Pembahasan Singkat
A. Pengertian……………………...………………………………………………….........3
B. Makna Korupsi Menurut Alkitab……………………………..………………..............3
C. Jenis-Jenis Korupsi Dalam Alkitab………………………………………………….....5
D. Contoh-Contoh Korupsi Dalam Alkitab…………………………………………….....6
E. Gratifikasi Menurut Pandangan Umat Kristen………………………………………....7
F. Mengapa Korupsi Sering Dilakukan Umat Beragama?...................................................8
Sumber…………………………………………………………………………………………...10




PEMBAHASAN SINGKAT

A. PENGERTIAN
Korupsi (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) atau rasuah adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak.
Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:
·      Perbuatan melawan hukum,
·      Penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana,
·      Memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi, dan
·      Merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
Jenis tindak pidana korupsi di antaranya, namun bukan semuanya, adalah
·      Memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan),
·      Penggelapan dalam jabatan,
·      Pemerasan dalam jabatan,
·      Ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara), dan
·      Menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara).
Dalam arti yang luas, korupsi atau korupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. Semua bentuk pemerintah, pemerintahan rentan korupsi dalam prakteknya. Beratnya korupsi berbeda-beda, dari yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan, sampai dengan korupsi berat yang diresmikan, dan sebagainya. Titik ujung korupsi adalah kleptokrasi, yang arti harafiahnya pemerintahan oleh para pencuri, dimana pura-pura bertindak jujur pun tidak ada sama sekali.

B. MAKNA KORUPSI MENURUT ALKITAB
Yesus dan keteladanannya adalah contoh nyata perang terhadap korupsi dan Allah Bapa menjamin umatnya untuk hidup berkecukupan dengan syarat mengikuti jalannya. Di dalam agama Kristen, baik Katolik maupun Protestan korupsi sangat dilarang karena:
1.   Korupsi Identik Dengan Mencuri.
Dalam 10 Perintah Tuhan, larangan kedelapan adalah larangan untuk mencuri. 10 Perintah Tuhan adalah salah satu norma yang dituangkan di Alkitab Perjanjian Lama dan merupakan inti dari etika Alkitab Perjanjian Lama. Dalam Keluaran 20:15, Allah berfirman: Jangan mencuri. Demikian jelasnya larangan Tuhan untuk tidak mencuri. Sementara itu korupsi adalah mencuri dengan cara diam-diam, dengan cara halus mengurangi hak negara atau orang lain demi kepentingan pribadi. Larangan mencuri juga dikemukakan Yesus dalam bentuk yang berbeda, yaitu hukum mengasihi sesame manusia seperti diri sendiri ( Matius 22:39; Markus 12:31; Lukas 10:27 ). Hukum ini sama dengan hukum `pertama, yaitu hukum untuk mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati dan dengan segenap akal budi.
2.   Korupsi Adalah Perbuatan Melanggar Hukum.
Firman Allah yang tertulis lengkap dalam Alkitab juga menyebutkan bahwa orang Kristen pun selain wajib taat perintah-Nya, juga berlaku sama terhadap hukum yang berlaku. Ini jelas tertulis dalam Roma13:3 , yang menyatakan ketika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah (hukum), hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah (hukum)? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya.
3.  Korupsi Adalah Pengingkaran Kepada Tuhan Yang Maha Memelihara Umatnya
Dari sisi iman Kristen, Allah telah tegas menyebutkan bahwa burung di udara saja dipeliharanya, apalagimanusia. Demikian umat tak perlu ragu akan usaha yang dijalankannya selama berada di jalan Tuhan.Karena itu, korupsi jelas merupakan pengingkaran terhadap keberadaan Tuhan dan jaminannya.Jaminan-jaminan Tuhan dituliskan di Alkitab di ayat-ayat berikut ini :
a.  Paulus menyatakan menasehati Timotius dalam Timotius 6:6 : “Adalah benar bahwa melayani Allah membuat orang menjadi sangat kaya jika mereka telah merasa puas dengan yang dimilikinya”.
b.  Di Matius 6:25-26 disebutkan “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih pentingdari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?”
4.  Korupsi Adalah Tanda Ketamakan Manusia
Tuhan sangat mengutuk manusia yang tamak. Dalam cerita-cerita di Alkitab, orang-orang tamak akan diberikan hukuman karena ketamakannya itu. Seperti pada cerita Gehazi, pelayan Nabi Elisa yang mengambil pemberian Panglima Kerajaan Aram, yakni Naaman, atas kesembuhannya dari penyakit kusta. Alih-alih ingin mendapatkan hadiah yang ditolak Nabi Elisa, Gehazi malah mendapat tulah berupa kusta yang sebelumnya diderita Naaman
(II Raja-raja 5:1-27).

C. JENIS-JENIS KORUPSI DI DALAM ALKITAB
Dalam Perjanjian lama maupun Baru, disebutkan jenis-jenis korupsi menurut stratanya:
1.   Korupsi Karena Kebutuhan (By Need)
Merupakan jenis korupsi yang paling ringan. Karena dilakukan dalam keadaan terpaksa atau karena kebutuhan yang mendesak. Contoh pada saat ini misalnya pembantu yang mengambil kembalian uang belanja untuk memberi uang saku kepada anaknya. Meskipun demikian, korupsi tidak boleh dilakukan meskipun untuk mencukupi kebutuhan. Karena Allah menjamin akan penghidupan umat yang mau percaya kepadanya. Korupsi karena kebutuhan akan gaya hidup mewah tidak termasuk dalam kriteria korupsi by need.
2.  Karena Kesempatan (By Chance)
Merupakan jenis korupsi yang tercipta karena ada kesempatan, lemahnya sistem atau kurangnya pengawasan. Pada dasarnya kesempatan bisa ada atau diada-adakan. Jadi bisa jadi manusia karena kebutuhan atau ketamakannya menciptakan kesempatan untuk terjadinya korupsi. Sebesar apapun kesempatan yang terbuka, korupsi tetap tergolong pencurian dan dilarang oleh agama Kristen.
3.    Karena Ketamakan (By Greed)
Merupakan jenis korupsi yang terberat. Pelaku korupsi biasanya sudah kaya, namun tetap melakukan korupsi untuk mempertahankan gaya hidupnya yang foya-foya. Seperti yang disebutkan tadi bahwa Tuhan akan mengutuk orang-orang yang tamak dan akan memberikan hukuman kepada mereka. Terutama apabila yang dikorupsi adalah harta orang-orang miskin yang jauh lebih membutuhkan daripada mereka. Maka hukuman yang terberat akan diberikan kepadanya.

D. CONTOH-CONTOH KORUPSI DALAM ALKITAB
Banyak contoh-contoh korupsi dalam Alkitab baik dalam perjanjian lama dan perjanjian baru, diantaranya adalah:
1.   Peristiwa disuapnya Yudas Iskariot, salah satu murid Yesus untuk mengkhianatinya yang diceritakan oleh Alkitab dalam Matius 26:14-16: “Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus”. Peristiwa tersebut merupakan peristiwa penyuapan dan pengkhianatan termahsyur dan terkeji yang terjadi dalam sejarah umat Kristen.
2.  Umat Israel yang keluar dari Mesir dan mengindahkan perintah Tuhan yang memelihara mereka dengan datangnya burung puyuh pada waktu senja dan roti dari surga (manna). Umat Israel bukannya mengambil sesuai perintah Tuhan, yakni segomer seorang, melainkan mengambil berlebihan. Upahnya, makanan yang mereka simpan malah menjadi busuk dan berulat ( Keluaran 16:11-21 ).
3. Kasus korupsi lainnya terdapat dalam Kisah Para Rasul 5:1-11 yang menceritakan kisah Ananias dan Safira. “Demikianlah Firman Tuhan “Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta istrinya Safira menjual sebidang tanah. Dengan setahu istrinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lagi dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul. Tetapi Petrus berkata :”Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? 4Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia tetapi mendustai Allah.” Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu. Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya keluar dan pergi menguburnya. Kira- kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi. Kata Petrus kepadanya: “Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?” Jawab perempuan itu: “ Betul sekian.” Kata Petrus: “Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga keluar.” Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya. Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu”.  Kisah tersebut dengan jelas menceritakan bahwa Ananias dan Safira berbuat tidak jujur karena ingin mengambil keuntungan yang bukan haknya dan melebihi porsi yang seharusnya. Dengan kata lain berbuat kecurangan berupa korupsi. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa perbuatan Ananias dan Safira bukan mendustai manusia tetapi mendustai Allah dan akhirnya menghasilkan maut bagi Ananias dan Safira seperti yang tertulis dalam Roma 6:23 yaitu “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita”.
Selain itu, dalam Firman Tuhan juga mengatakan bahwa “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak, Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat” (Matius 5:37). Ayat ini berhubungan dengan dusta dan biasanya korupsi selalu disertai dengan dusta karena pasti ada hal yang disembunyikan yang disebabkan mengambil sesuatu atau lebih yang bukan porsi hak kepemilikannya.

E. GRATIFIKASI MENURUT PANDANGAN UMAT KRISTEN    
Dalam 2 Raja-Raja 5:1-27 diceritakan tentang Panglima Kerajaan Aram, Naaman dan Nabi Elisa beserta pelayannya, Gehazi. Diceritakan bahwa seorang panglima Kerajaan Aram yang bernama Naaman adalah seorang yang berpenyakit kusta. Lalu dia datang kepada Nabi Elisa. Nabi Elisa memerintahkannya untuk mandi sebanyak tujuh kali di sungai Yordan untuk menghilangkan kustanya. Dan benarlah sembuh kustanya. Naaman yang bergembira datang menghadap Nabi Elisa lagi untuk berterima kasih karena telah menyembuhkannya. Naaman menghadiahinya dengan bermacam-macam hadiah. Namun Nabi Elisa menolaknya dan berkata "Demi TUHAN yang hidup, yang di hadapan-Nya aku menjadi pelayan,sesungguhnya aku tidak akan menerima apa-apa."
Cerita di atas menjelaskan bahwa Nabi Elisa tidak mau menerima gratifikasi atau hadiah dari Naaman karena menyembuhkan kustanya. Karena pada dasarnya Nabi Elisa adalah pelayan Tuhan yang tujuannya adalah melayani umatNya, bukannya dilayani oleh umatNya. Adapun bila Naaman ingin berterimakasih, maka dia dapat menyedekahkan hartanya (melalui perpuluhan atau kolekte ke gereja).
Demikian jelaslah bahwa agama Kristen melarang adanya pemberian/gratifikasi kepada pelayan masyarakat. Lalu dalam cerita yang sama, Gehazi, pelayan daripada Nabi Elisa berbuat curang dengan menyusul Naaman yang sudah pergi dan mengatakan bahwa Nabi Elisa menginginkan hadiah-hadiah yang Naaman ingin berikan tersebut padahal Gehazi ingin menyimpannya untuk dirinya sendiri. Ini adalah contoh penyelewengan jabatan. Gehazi, sebagai pelayan Nabi Elisa memakai nama Nabi Elisa untuk memperkaya dirinya sendiri. Lalu kemudian apa yang terjadi pada Gehazi? Dia kemudian menderita penyakit yang dulu diderita Naaman, yaitu kusta.

F. MENGAPA KORUPSI SERING DILAKUKAN UMAT BERAGAMA?
Ada permasalahan teologis terletak di sini, yaitu orang-orang secara keseluruhan belum memahami dan menyadari arti Salib yang sesungguhnya. Pengertian Salib ialah Yesus yang menderita untuk keselamatan ciptaan-Nya. Orang yang bersedia menderita dengan tidak mengikut cara duniawi untuk memperoleh kehidupan “layak, mewah, serba wah” itulah hidup dalam Salib. Salib berarti menderita. Untuk mencapai kepuasan di dunia, kita tidak mengikuti arus duniawi. Korupsi, jelas merupakan “penanggalan” atas penghayatan kita tentang Salib sebab kebahagiaan/kepuasan tidak dapat terpenuhi hanya dari segi materi saja.
Tuhan Yesus sudah memberi teladan bagi kita bagaimana hidup yang berarti bagi orang lain yaitu melalui jalan salib. Sekarang, kita pun diundang mengikuti-Nya. Yesus Kristus dalam pengajaran-Nya, menyatakan “Berbahagialah orang yang menderita oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Matius 5:10). “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman:”Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5)
Sumbangan agama Kristen yang paling berharga bagi moral anti-suap adalah memproyeksikan Tuhan sebagai contoh hakim yang adil. Tuhan tak akan korupsi atau terpengaruh oleh hadiah atau kedudukan seorang terdakwa. Seorang hakim yang adil dan tak berpihak, tidak akan memperoleh berkat (materi) dari si pemberi suap di dunia fana, melainkan dari Tuhan.



SUMBER




UNTUK DOWNLOAD SILAHKAN KLIK DISINI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMA KASIH ATAS KOMENTARNYA :)